AjoGaz
Arai Pinang II Blok A no 1
Padang West Sumatera
Phone: 0751-7876787
a1_6az@yahoo.co.id




SCM

SCM adalah seperangkat pendekatan untuk mengefisienkan integrasi supplier, manufaktur, gudang dan penyimpanan, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, untuk meminimasi biaya dan memberikan kepuasan layanan terhadap konsumen (simchi-levi ). Definisi oleh the Council of Logistics Management :

"Supply Chain Mangement is the systematic, strategic coordination of the traditional business functions within a particular company and across businesses within the supply chain for the purpose of improving the long-term performance of the individual company and the supply chain as a whole". Perusahaan yang berada dalam supply chain pada intinya memuaskan konsumen dengan bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus. SCM DHL adalah :

a. kegiatan merancang produk baru (product development ) - kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)

b.kegiatan merencanakan produksi dan persediaan ( planning and control ) - kegiatan melakukan produksi ( production )

c.kegiatan melakukan pengiriman ( distribution Ukuran performansi SCM :

1. Kualitas (tingkat kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, ketepatan pengiriman)

2. Waktu (total replenishment time, business cycle time)

3. Biaya (total delivered cost, efisiensi nilai tambah)

4. Fleksibilitas (jumlah dan spesifikasi) SCM juga bisa diartikan jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke hilir (downstream), dalam proses yang berbeda dan menghasilkan nilai dalam bentuk barang/jasa di tangan pelanggan terakhir (ultimate customer/end user).
Berikut adalah gambar model supply chain (A. T. Kearney, 1994) SCM berusaha mencapai optimasi global. Merupakan proses untuk menemukan strategi terbaik bagi keseluruhan supply chain (systemwide). Adalah sangat menantang untuk mendesain dan mengoperasikan supply chain yang secara keseluruhan biayanya minimal, serta service levelnya terjaga.  Ada 3 macam hal yang dikelola dalam supply chain DHL yaitu pertama, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir. Yang kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
Integrasi supply chain dilakukan untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas sepanjang supply chain sehingga dapat meningkatkan performasi anggota supply chain. Performani diukur dengan (simchi-levi ) :

1. Penurunan biaya
2. Peningkatan service level
3. Penurunan efek bullwhip
4. Peningkatan pemanfaatan sumber daya
5. Peningkatan kecepatan merespon perubahan besar.

Produksi
Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku, bahan setengan jadi atau komponen menjadi produk jadi. Kegiatan produksi dalam konteks SCM tidak harus dilakukan dalam perusahaan. Banyak perusahaan melakukan outsourcing yaitu memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor, sementara perusahaan konsentrasi ke kegiatan yang menjadi core competency mereka. Dalam kegiatan produksi, konsep lean manufakturing yang mementingkan efisiensi dan agile manufacturing yang menekankan pada fleksibilitas dan ketangkasan merespon perubahan adalah dua hal yang penting.

CRM

Masalah harga, PT Posindo memang paling murah dibandingkan semuanya. Tiki JNE dan JNE termasuk menengah. Sementara yang termasuk mahal adalah Fedex, DHL dan TNT. Untuk kiriman kecil seperti dokumen atau barang sampai 20 kg memang lebih tinggi dibandingkan dengan DHL atau TNT, tetapi kalau diatas 20 kg harga cenderung lebih murah dibandingkan yang lainnya. Jadi intinya, FedEx lebih sesuai untuk mengirim barang dalam container besar.

Dalam bisnis pengiriman banyak sekali persaingan yang terjadi, karena itu dalam pelayanannya terhadap public harus-harus memiliki value yang diutamakan antara lain adalah :

1. Speed atau kecepatan

Speed adalah salah satu value yang sangat penting dalam bisnis pengiriman barang. Semakin cepat suatu barang sampai, maka value-nya semakin tinggi. Oleh karena itu umumnya suatu brand jasa pengiriman terkenal karena kecepatannya yang dapat diandalkan. Fedex, misalnya yang sangat terkenal dengan ketepatan waktunya dan mereka sangat menekankan hal ini dalam layanannya.

2. Kualitas

Namun selain speed, kualitas juga tidak kalah penting. Tentunya Anda mengirim barang dengan harapan supaya sampai di tempat tujuan dengan utuh dan selamat, bukan? Oleh karena itu, maka kualitas disini menjadi penting. Proses yang baik dalam pelayanan akan menghasilkan kualitas yang sesuai harapan.

Tiki, misalnya menyediakan layanan pengemasan barang khusus untuk paket yang mudah retak maupun pecah.

3. People

Salah satu 7P dalam bisnis jasa adalah People, dan ini adalah salah satu yang terpenting dalam bisnis jasa manapun. Pelanggan mana yang ingin dilayani dengan buruk? Oleh karena itu, pelayanan pelanggan yang baik dari para karyawan juga menjadi sangat penting. Apalagi dalam bisnis pengiriman, sikap dari petugas pelayanan sangatlah penting.

4. Promotion

Promosi tentunya sangat penting dalam membangun awareness dan image produk kepada konsumen. Bukan hanya promosi above dan below the line saja, namun promosi dari mulut ke mulut, opini orang lain, juga berpengaruh di industri jasa ini. Oleh karena itu, kembali ke pelayanan, haruslah baik.

Pelaksanaan pelayanan dalam bisnis delivery tidak terlepas juga dari tiga unsur bauran pelayanan, yaitu people, process, dan physical evidence atau premises.

People atau sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan harus memiliki komitmen dan ketulusan dalam memberikan pelayanan. Meskipun ini adalah profit oriented business , mereka harus nothing to lose artinya tidak mengharapkan pamrih apa-apa dari pengguna pelayanan.

Untuk mencapai kualitas pelayanan publik, SDM yang andal dan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindarkan. Perlu interaksi atau hubungan antara setiap karyawan dan departemen terkait dalam organisasi dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Process atau gabungan semua aktivitas yang terdiri dari prosedur, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin di mana pelayanan disampaikan pada para pengguna.

Physical evidence/ Premises atau bukti fisik pelayanan publik yang terdiri dari beragam perangkat dan tempat pelayanan. Informasi dalam brosur harus akurat dan andal untuk membantu pengguna mendapatkan pelayanan yang optimal. Selain itu, tampilan fisik pelayan publik seperti keamanan barang, serta kantor pelayanan yang menunjang penyampaian pelayanan yang menarik.


AjoGaz
Arai Pinang II Blok A no 1
Padang West Sumatera
Phone: 0751-7876787
a1_6az@yahoo.co.id




SCM

SCM adalah seperangkat pendekatan untuk mengefisienkan integrasi supplier, manufaktur, gudang dan penyimpanan, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, untuk meminimasi biaya dan memberikan kepuasan layanan terhadap konsumen (simchi-levi ). Definisi oleh the Council of Logistics Management :

"Supply Chain Mangement is the systematic, strategic coordination of the traditional business functions within a particular company and across businesses within the supply chain for the purpose of improving the long-term performance of the individual company and the supply chain as a whole". Perusahaan yang berada dalam supply chain pada intinya memuaskan konsumen dengan bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus. SCM DHL adalah :

a. kegiatan merancang produk baru (product development ) - kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)

b.kegiatan merencanakan produksi dan persediaan ( planning and control ) - kegiatan melakukan produksi ( production )

c.kegiatan melakukan pengiriman ( distribution Ukuran performansi SCM :

1. Kualitas (tingkat kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, ketepatan pengiriman)

2. Waktu (total replenishment time, business cycle time)

3. Biaya (total delivered cost, efisiensi nilai tambah)

4. Fleksibilitas (jumlah dan spesifikasi) SCM juga bisa diartikan jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke hilir (downstream), dalam proses yang berbeda dan menghasilkan nilai dalam bentuk barang/jasa di tangan pelanggan terakhir (ultimate customer/end user).
Berikut adalah gambar model supply chain (A. T. Kearney, 1994) SCM berusaha mencapai optimasi global. Merupakan proses untuk menemukan strategi terbaik bagi keseluruhan supply chain (systemwide). Adalah sangat menantang untuk mendesain dan mengoperasikan supply chain yang secara keseluruhan biayanya minimal, serta service levelnya terjaga.  Ada 3 macam hal yang dikelola dalam supply chain DHL yaitu pertama, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir. Yang kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
Integrasi supply chain dilakukan untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas sepanjang supply chain sehingga dapat meningkatkan performasi anggota supply chain. Performani diukur dengan (simchi-levi ) :

1. Penurunan biaya
2. Peningkatan service level
3. Penurunan efek bullwhip
4. Peningkatan pemanfaatan sumber daya
5. Peningkatan kecepatan merespon perubahan besar.

Produksi
Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku, bahan setengan jadi atau komponen menjadi produk jadi. Kegiatan produksi dalam konteks SCM tidak harus dilakukan dalam perusahaan. Banyak perusahaan melakukan outsourcing yaitu memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor, sementara perusahaan konsentrasi ke kegiatan yang menjadi core competency mereka. Dalam kegiatan produksi, konsep lean manufakturing yang mementingkan efisiensi dan agile manufacturing yang menekankan pada fleksibilitas dan ketangkasan merespon perubahan adalah dua hal yang penting.

CRM

Masalah harga, PT Posindo memang paling murah dibandingkan semuanya. Tiki JNE dan JNE termasuk menengah. Sementara yang termasuk mahal adalah Fedex, DHL dan TNT. Untuk kiriman kecil seperti dokumen atau barang sampai 20 kg memang lebih tinggi dibandingkan dengan DHL atau TNT, tetapi kalau diatas 20 kg harga cenderung lebih murah dibandingkan yang lainnya. Jadi intinya, FedEx lebih sesuai untuk mengirim barang dalam container besar.

Dalam bisnis pengiriman banyak sekali persaingan yang terjadi, karena itu dalam pelayanannya terhadap public harus-harus memiliki value yang diutamakan antara lain adalah :

1. Speed atau kecepatan

Speed adalah salah satu value yang sangat penting dalam bisnis pengiriman barang. Semakin cepat suatu barang sampai, maka value-nya semakin tinggi. Oleh karena itu umumnya suatu brand jasa pengiriman terkenal karena kecepatannya yang dapat diandalkan. Fedex, misalnya yang sangat terkenal dengan ketepatan waktunya dan mereka sangat menekankan hal ini dalam layanannya.

2. Kualitas

Namun selain speed, kualitas juga tidak kalah penting. Tentunya Anda mengirim barang dengan harapan supaya sampai di tempat tujuan dengan utuh dan selamat, bukan? Oleh karena itu, maka kualitas disini menjadi penting. Proses yang baik dalam pelayanan akan menghasilkan kualitas yang sesuai harapan.

Tiki, misalnya menyediakan layanan pengemasan barang khusus untuk paket yang mudah retak maupun pecah.

3. People

Salah satu 7P dalam bisnis jasa adalah People, dan ini adalah salah satu yang terpenting dalam bisnis jasa manapun. Pelanggan mana yang ingin dilayani dengan buruk? Oleh karena itu, pelayanan pelanggan yang baik dari para karyawan juga menjadi sangat penting. Apalagi dalam bisnis pengiriman, sikap dari petugas pelayanan sangatlah penting.

4. Promotion

Promosi tentunya sangat penting dalam membangun awareness dan image produk kepada konsumen. Bukan hanya promosi above dan below the line saja, namun promosi dari mulut ke mulut, opini orang lain, juga berpengaruh di industri jasa ini. Oleh karena itu, kembali ke pelayanan, haruslah baik.

Pelaksanaan pelayanan dalam bisnis delivery tidak terlepas juga dari tiga unsur bauran pelayanan, yaitu people, process, dan physical evidence atau premises.

People atau sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan harus memiliki komitmen dan ketulusan dalam memberikan pelayanan. Meskipun ini adalah profit oriented business , mereka harus nothing to lose artinya tidak mengharapkan pamrih apa-apa dari pengguna pelayanan.

Untuk mencapai kualitas pelayanan publik, SDM yang andal dan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindarkan. Perlu interaksi atau hubungan antara setiap karyawan dan departemen terkait dalam organisasi dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Process atau gabungan semua aktivitas yang terdiri dari prosedur, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin di mana pelayanan disampaikan pada para pengguna.

Physical evidence/ Premises atau bukti fisik pelayanan publik yang terdiri dari beragam perangkat dan tempat pelayanan. Informasi dalam brosur harus akurat dan andal untuk membantu pengguna mendapatkan pelayanan yang optimal. Selain itu, tampilan fisik pelayan publik seperti keamanan barang, serta kantor pelayanan yang menunjang penyampaian pelayanan yang menarik.